Pantai Parangtritis
Pantai

Pantai pasir hitam vulkanik di selatan Bantul — ikon paling dikenal dari pesisir selatan DI Yogyakarta. Ombak Samudra Hindia besar dengan arus kuat, sehingga lebih cocok untuk menonton matahari terbenam, naik ATV, atau berkuda di garis pantai ketimbang berenang. Kawasan terhubung langsung dengan Bukit Paralayang dan Pantai Depok di sebelahnya.
Cara ke sana
Dari pusat Kota Yogyakarta lurus ke selatan via Jalan Parangtritis melalui Bantul–Kretek, sekitar 27 km, 50 menit berkendara. Bus DAMRI rute Giwangan–Parangtritis berjalan rutin. Loket retribusi ada di gerbang Tempat Pemungutan Retribusi (TPR).
Fasilitas
- ✓ Parkir luas
- ✓ Toilet & kamar bilas
- ✓ Warung makan
- ✓ Penyewaan ATV
- ✓ Bendi/dokar
- ✓ Mushola
- ✓ Posko SAR
Tips & catatan musim
Jangan berenang — arus laut selatan kuat dan terdapat palung dekat bibir pantai; selalu ikuti aba-aba Tim SAR. Datang menjelang sore (jam 16.00) untuk sunset; kawasan padat akhir pekan dan libur. Pakai sandal/sepatu nyaman karena pasir terik di siang hari.
Tanya jawab
Apakah aman berenang di Parangtritis?
Apa aktivitas paling seru di Parangtritis?
Apa benar tidak boleh pakai baju hijau?
📣 Apa yang orang bilang
👍 Sering disebut
- pemandangan
- bersih
- sunset
- indah
- cantik
⚠ Yang dikeluhkan
- kotor
- ramai
- panas
“pantai selatan Jawa yang terkenal dengan ombaknya yang besar. sangat ramai pengunjung pada saat hari libur dan akhir pekan. sebaiknya tidak berenang untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, karena Ombak besar…”
“Pantai yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke daerah yogya. Dari tiket masih relatif murah, makanan juga relatif murah untuk hitungan tempat wisata. Overall sangat murah. Jadi wajib kemari khususnya yang membawa…”
Lihat semua ulasan di Google Maps →
Ringkasan otomatis dari kata kunci yang sering muncul di ulasan terbaru. Bukan opini editor Kelanara.